​Persingkat Waktu Baca Anda sehingga Anda bisa Menggunakan Isi Buku Dalam Hidup Anda dengan Sistem Bacakilat 3.0


Inilah Teknik Selective Reading Dibimbing Intuisi Anda untuk Menemukan 100% Inti Buku yang Anda Butuhkan hanya dalam 2 jam
  1. 1
    ​Memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan Anda ( 4 Menit)
  2. 3
    ​Membuat tujuan membaca, apa yang ingin Anda dapatkan dari buku tersebut ( 1 menit)
  3. 4
    ​Membacanya satu halaman per detik dengan pikiran bawah sadar untuk memasukkan semua database isi buku langsung ke otak ( 10 menit)
  4. 5
    ​Membacanya secara selektif dengan pikiran sadar, untuk menemukan 100% informasi yang Anda butuhkan, dibimbing oleh intuisi Anda ( 90 menit)
  5. 6
    ​Mencatat 100% informasi yang Anda butuhkan dengan teknik mindmapping ( 15 menit)

​Sehingga Anda bisa mendapatkan hasil seperti para alumni berikut ini:


Inilah Teknik Bacakilat, Teknik Memahami Buku & Mendapatkan 100% Tujuan Membaca Anda hanya dalam 2 Jam atau Kurang

Dan sebentar lagi saya akan memperkenalkannya kepada Anda.

Halo Bapak Ibu, perkenalkan saya Agus Setiawan.

Saya adalah founder dan Master Trainer dari teknik Bacakilat dan penulis buku “Bacakilat 3.0: Hacks the Way You Read.”

Hingga kini, lebih dari 7.682 alumni telah belajar teknik ini dan telah merasakan manfaatnya.

Saya juga dibantu oleh dua certified trainer yang mungkin hadir di kota Anda

Saya sendiri juga menerapkan teknik ini untuk menyelesaikan buku-buku yang mendukung kesuksesan saya di pekerjaan dan di kehidupan pribadi, seperti buku-buku bisnis, marketing, leadership, hingga buku-buku parenting, keuangan dan investasi.

Banyak orang yang tidak bisa menyelesaikan buku karena kecepatan membaca yang sangat lambat. Kecepatan membaca rata-rata orang hanyalah 150 kata per menit.

Sementara itu, rata-rata buku setebal 300 halaman terdiri dari 90.000 kata. Artinya, untuk menyelesaikan 1 buku 300 halaman dengan pemahaman komprehensif dibutuhkan waktu 600 menit atau 10 jam.

Sedangkan waktu yang kita miliki sangat terbatas. Banyak hal penting lain yang berebut perhatian kita. Sangat tidak efektif dan tidak mungkin jika kita menghabiskan 10 jam sehari hanya untuk membaca 1 buku.

Kalau pun 10 jam ini dibagi 10 hari, di mana setiap hari kita baca 1 jam, maka 1 buku baru selesai dalam 10 hari.

Masalahnya adalah, menjaga konsistensi membaca tidaklah mudah. Banyak orang yang baru baca 5 halaman sudah tidak memiliki minat untuk melanjutkan bacaan. Banyak juga yang baru baca 50%, sudah tergoda buku lain.

​Jadi, tidak ada buku yang selesai dan isinya bisa diterapkan di kehidupan.

Artinya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan buku, maka semakin sulit terbangun momentum pemahaman.

Apakah Anda juga mengalami masalah ini?

​Bagaimana jika Anda bisa menyelesaikan buku dalam 2 jam dengan pemahaman yang Anda butuhkan dan mencapai 100% tujuan membaca seperti ribuan alumni lainnya?

Bagian terbaiknya, kami bisa melakukannya di sela-sela kesibukan.

​Dalam 3 minggu ini saya berhasil menyelesaikan 10 buku.

"Saya Delle Heliani, seorang dokter kandungan. Saya juga penanggung jawab klinik dan memegang beberapa jabatan lain. Anak saya 5 orang.

Saya termasuk orang yang tidak punya waktu untuk diri sendiri. Pemeriksaan pasien rata-rata cukup banyak tiap harinya. Kegiatan lain di antaranya menolong kelahiran, operasi, rapat-rapat, bimbingan para bidan, dan sampai rumah menemani anak-anak dan suami.

Dalam waktu yang tersisa, saya berusaha untuk melakukan Bacakilat buku. Alhamdulillah dalam 3 minggu ini saya berhasil menyelesaikan 10 buku.

Dan dari 10 buku saja, saya merasakan hal-hal luar biasa dalam kehidupan saya."

~ Delle Heliani // Alumni Bacakilat

​Saya bisa menuntaskan 1 buku setiap hari dengan durasi per buku 1 jam 15 menit.

“ Selain saya mengajar dari pagi sampai sore, di Jumat, Sabtu, dan Minggu saya kuliah. Saya hanya punya waktu setelah solat subuh sampai saya berangkat mengajar.

Alhamdulillah saya bisa menuntaskan 1 buku setiap hari dengan durasi per buku 1 jam 15 menit. Ini rata-rata waktu yang saya butuhkan untuk menuntaskan 1 buku, sudah plus mindmapping.

Alhamdulillah tesis saya sudah selesai. Dan Alhamdulillah apa yang saya bacakilat itu di dalam diskusi atau rapat keluar semua. Kemampuan presentasi saya jadi meningkat.”

~ Irawan // Alumni Bacakilat

​Teknik ini juga bisa Anda terapkan sampai kapan pun. Banyak alumni Bacakilat yang telah menggunakan teknik ini bertahun-tahun, dan melaporkan pencapaian-pencapaian mereka yang dibantu dengan teknik Bacakilat.

Saya sendiri telah menerapkan teknik ini selama 10 tahun dan bahkan sekarang, teknik ini membantu saya mengerjakan program Aquarius Book of the Month, di mana setiap bulan saya harus membedah 2 buku leadership terbaru terbitan luar negeri, dan menyusun mindmap serta ringkasannya.

Well,  Semua Ini Saya Capai Tidak dalam Semalam...

Dari dulu saya sangat suka membeli buku karena membaca sangat penting untuk pertumbuhan diri dan kesuksesan. Setiap pergi ke toko buku, saya selalu membeli berbagai macam buku mulai dari buku bisnis, keuangan, hingga parenting.

Sampai rumah, awalnya saya antusias untuk membacanya. Namun karena bacanya lama, saya jadi tidak sabar dan merasa hanya buang-buang waktu saja.

Betul bahwa membaca penting untuk kesuksesan, namun banyak hal penting lain yang juga harus saya kerjakan.

Saya harus “hadir” untuk keluarga saya. Karena mereka adalah prioritas hidup saya. Saya juga perlu meluangkan waktu untuk menjaga kebugaran setiap hari. Belum lagi membuat jurnal dan planning, melakukan kegiatan spiritual, dan masih banyak lagi.

Kalau bisa dapat semua informasi itu dalam waktu singkat, kenapa harus berlama-lama?

Dan saya yakin, waktu Anda pun juga sangat berharga. Sangat tidak efektif dan buang-buang waktu jika Anda harus menggunakan waktu tersebut hanya untuk menyelesaikan buku. Right?

Dari pemahaman ini, saya pun lalu mencoba untuk menerapkan selective reading, di mana saya hanya mendalami bagian-bagian yang melayani kebutuhan saya saja.

Tapi masalahnya, saya kan tidak tahu pasti mana bagian yang penting dan tidak penting. Ini malah membuat saya ragu jangan-jangan ada bagian yang terlewat.

Dan tak bisa dipungkiri, kelemahaman selective reading adalah, kalau ada informasi penting yang terlewat, maka tidak menutup kemungkinan pemahaman kita tidak utuh; malah bisa misleading dan misinformed.

Bayangkan kalau sudah repot-repot baca buku, dapat informasinya malah informasi yang misleading. Bahaya sekali kan kalau diterapkan di pekerjaan atau kehidupan pribadi?

Nah mungkin Anda juga sudah mencoba teknik ini namun belum merasakan hasil optimal?

Masalah ini mendorong saya untuk mencari solusi, bagaimana agar saya bisa menyelesaikan buku dengan cepat dan langsung mendapatkan 100% intisari yang saya butuhkan tanpa buang-buang waktu.

Saya pun mulai mengikuti berbagai pelatihan membaca efektif yang populer di dunia. Saya juga mendalami dunia neurosains dan pembelajaran, di mana saya menemukan berbagai riset yang bisa diterapkan dalam membaca buku.

Dari pencarian ini, saya menemukan…

4 Kesalahan yang Membuat Baca Buku Butuh Waktu Lama… Jangan sampai Anda juga Melakukan Kesalahan-Kesalahan Ini

Kesalahan #1: Memilih buku yang salah

Membaca buku adalah aktivitas yang disengaja, bukan otomatis. Dan untuk melakukan aktivitas yang disengaja membutuhkan motivasi yang kuat.

Tanpa motivasi yang kuat, maka kita akan menunda-nunda dan kalah dengan kegiatan-kegiatan otomatis seperti scrolling media sosial.

Sedangkan agar bisa termotivasi, maka kita harus jelas apa kebutuhan kita dalam membaca sebuah buku. Jika kita memilih buku yang tidak jelas apa pentingnya buat kita, maka tidak akan ada motivasi untuk membacanya.

Inilah mengapa membeli buku hanya karena judulnya menarik adalah hal yang salah. Yang benar adalah, pilihlah buku yang Anda butuhkan saat ini. Karena kebutuhan mendesak inilah yang akan mendorong Anda untuk membacanya sekarang juga.

​Kita bisa menjalani proses membaca dengan mengadopsi pemikiran perusahaan paling efektif di dunia, just in time. Baca buku yang sesuai dengan kebutuhkan kita saat ini, sehingga mudah menerapkannya.

Kesalahan #2: Tidak punya tujuan membaca & baca kata per kata

Menurut Profesor Russel Stauffer, tidak seluruh isi buku mengandung informasi yang penting; Inti dari buku hanyalah 4% - 11% dari keseluruhan isi buku. Sisanya hanyalah penjelasan dan contoh.

Dan dari 4% - 11% inipun, belum tentu semuanya Anda butuhkan. Tujuan akhir membaca bukanlah untuk memahami semua yang penulis sampaikan, melainkan mendapatkan 100% apa yang Anda butuhkan.

Mungkin ada bagian yang sudah Anda pahami, atau tidak penting untuk Anda saat ini. Maka, sah-sah saja untuk melewatkan bagian itu.

Dan jika ternyata Anda hanya membutuhkan 20% dari intisari buku yang Anda baca, maka sah-sah saja untuk hanya mendalami 20% tersebut.

Ini artinya, Anda perlu menerapkan pendekatan selective reading berpatokan pada tujuan membaca Anda.

Untuk itu, sangat penting membuat tujuan membaca yang personal dan menjawab kebutuhan Anda.

Tujuan membaca akan membuat Anda lebih PEKA mana bagian-bagian yang penting untuk didalami. Ini akan membuat Anda lebih berhemat waktu.

Tapi, bukankah dengan selective reading rentan mendapatkan informasi yang misleading?

Yes, selective reading rentan membuat kita salah memahami informasi dalam buku JIKA pendekatan selective reading yang digunakan tidak sesuai dengan cara kerja pikiran. Untuk memahaminya, mari lanjut pada kesalahan #3.

Kesalahan #3: Menggunakan pendekatan yang tidak sesuai cara kerja pikiran

Kita maunya baca buku langsung dapat bagian-bagian yang penting saja buat kita. Tapi masalahnya, kita tak tahu pasti mana bagian yang penting dan yang tidak penting.

Meskipun berpatokan pada tujuan membaca kita, tetap saja membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan bagian-bagian tersebut.

So, bagaimana agar mudah menemukan bagian-bagian yang Anda butuhkan?

Anda harus melibatkan INTUISI Anda, yang datang dari pikiran bawah sadar Anda.

Pikiran manusia terdiri dari 2 bagian, yakni pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Jika diibaratkan corong, pikiran sadar ibarat bagian corong yang sempit. Menurut George A. Miller dari Princeton University, pikiran sadar hanya mampu memproses 5-9 hal per detik.

Sedangkan pikiran bawah sadar ibarat bagian corong yang lebar dan mampu memproses milyaran bit informasi per detik.

Sekarang, bayangkanlah buah apel dalam benak Anda…. Anda berhasil membayangkannya, bukan?

Selanjutnya, coba bayangkan buah bara-bara…. Apakah muncul?

Saya yakin otak Anda tidak akan mengirimkan buah bara-bara ke benak Anda, right?

Lalu mengapa ketika Anda membayangkan buah apel Anda bisa membayangkannya, sedangkan saat Anda membayangkan buah bara-bara Anda tidak bisa membayangkannya?

Karena, pikiran bawah sadar Anda belum punya database buah bara-bara.

Agar Anda bisa membayangkan buah bara-bara, maka Anda harus memasukkan database buah tersebut ke pikiran bawah sadar Anda. Yakni dengan memasukkan buah bara-bara dari pikiran sadar turun ke pikiran bawah sadar seperti ilustrasi berikut ini:

Pada dasarnya, membaca buku pun sama seperti belajar buah bara-bara. Kita membaca buku dengan tujuan memasukkan database isi buku ke pikiran bawah sadar, agar nantinya kita mudah mengingatnya kembali atau mudah “memanggilnya” dari pikiran bawah sadar naik ke pikiran sadar kita.

Artinya, saat ini database isi buku tersebut belum ada di pikiran bawah sadar kita dan pikiran bawah sadar kita belum bisa “mengirimkannya” kembali ke pikiran sadar kita.

Untuk memasukkan database isi buku ke pikiran bawah sadar, cara yang umum diajarkan di sekolah adalah dengan memasukkan isi buku dari pikiran sadar turun ke pikiran bawah sadar, seperti ilustrasi berikut ini:

Namun, ini adalah cara yang tidak sesuai dengan prinsip kerja pikiran. Why? Ingat yang tadi saya sebutkan, pikiran sadar hanya mampu memproses 5-9 hal per detik. Untuk memproses kalimat yang lebih panjang dari 5-9, maka Anda harus mengulang-ulangnya.

Bahkan, menurut pakar pembelajaran Tony Buzan kita harus mengulang minimal 6 kali. Inilah yang membuat kecepatan membaca kita sangat lambat.

Terlebih dengan cara ini, pikiran bawah sadar Anda tidak akan bisa membimbing Anda untuk menunjukkan mana bagian-bagian isi buku yang Anda butuhkan.

Karena, ia belum memiliki semua database isi buku yang Anda baca. Ia harus memiliki semua database isi buku tersebut, barulah ia bisa membimbing Anda menemukan bagian-bagian yang Anda butuhkan.

Inilah mengapa, dengan pendekatan selective reading konvensional, Anda rentan mendapatkan informasi yang tidak utuh. Karena, Anda tidak dibimbing oleh pikiran bawah sadar/intuisi Anda untuk menemukan 100% informasi yang Anda butuhkan.

Agar pikiran bawah sadar Anda bisa membimbing Anda menemukan 100% bagian yang Anda butuhkan, maka Anda harus lebih dulu memproses isi buku dengan pikiran bawah sadar Anda seperti ilustrasi berikut ini:

Setelah semua database isi buku masuk ke pikiran bawah sadar, barulah Anda bisa membacanya dengan selective reading, berpatokan pada tujuan membaca Anda.

Dengan cara ini, pikiran bawah sadar Anda akan mengirimkan intuisi yang menunjukkan bagian-bagian mana saja yang harus Anda dalami karena melayani tujuan Anda.

Kesalahan #4: Cara mencatat yang salah

Kesalahan terakhir adalah, mencatat semua bagian yang dianggap penting dengan mencatat linear.

Mencatat linear adalah dengan menuliskan ringkasan isi buku berurutan dari atas ke bawah seperti umumnya ringkasan. Atau, meng-highlight bagian-bagian yang dirasa penting.

Mengapa cara ini salah?

Karena cara ini membuat kita sulit mengingat isi buku. Cara ini hanya melibatkan otak kiri yang membuat kita berpikir berurutan, langkah demi langkah yang membutuhkan proses yang lama.

Sedangkan cara yang tepat adalah melibatkan otak kiri dan otak kanan secara bersamaan.

Otak kanan akan membuat kita berpikir secara stimulant, yakni hanya dengan memancing dengan kata kuncinya saja, pikiran bawah sadar kita akan memberikan semua informasi yang berhubungan dengan kata kunci tersebut.

Sehingga tanpa menghafal pun, Anda sudah bisa mengingat bagian-bagian penting isi buku, hanya dengan melihat kata kuncinya saja.

mencatat dengan teknik mindmap

Cara mencatat yang melibatkan otak kiri dan otak kanan ini dikenal dengan teknik mindmapping.

Inilah kesalahan-kesalahan yang dulu saya lakukan dan ternyata ini yang membuat baca buku butuh waktu yang lama dan butuh effort yang besar untuk menemukan 100% tujuan membaca saya.

Saya pun mencoba memperbaiki kesalahan ini dengan menghindari prinsip-prinsip yang salah dan menggunakan prinsip-prinsip membaca yang tepat, seperti yang saya pelajari dari berbagai riset tentang pembelajaran dan cara kerja otak dalam belajar:

  • ​Memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan saya.
  • ​Dilanjut membuat tujuan membaca apa yang ingin saya dapatkan dari buku tersebut.
  • ​Dilanjut membaca halaman demi halaman dengan pikiran bawah sadar, untuk memasukkan semua database isi buku langsung ke otak.
  • ​Dilanjut membacanya dengan selective reading, untuk menemukan 100% tujuan membaca saya, dibimbing oleh intuisi saya.
  • ​Dilanjut dengan mencatat 100% tujuan membaca saya dengan teknik mindmapping

Dengan prinsip ini, saya bisa menyelesaikan buku dengan pemahaman yang komprehensif dalam waktu yang sangat singkat. Saya juga mudah mengingat apa yang sudah saya baca dan bisa menjelaskannya dengan runut dan detail.

Dan yang terpenting, selesai baca buku saya sudah punya gambaran bagaimana menerapkan isi buku tersebut untuk mencapai tujuan saya, hanya dengan melihat mindmap yang saya buat.

Melihat hasil yang saya rasakan, saya pun lalu menyusun prinsip-prinsip ini sedemikian rupa menjadi sebuah teknik yang sistematis sehingga mampu membantu saya memahami 1 buku dan mendapatkan 100% informasi yang saya butuhkan hanya dalam 2 jam saja.

Inilah bagaimana awalnya saya menemukan teknik Bacakilat.

Teknik Bacakilat terdiri dari 3 langkah yang akan memastikan Anda bisa menyelesaikan 1 buku dengan pemahaman komprehensif & mendapatkan 100% tujuan membaca Anda hanya dalam 2 jam:

Tinjauan Awal – 5 menit

Langkah ini adalah langkah untuk memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan membuat tujuan membaca apa yang ingin Anda dapatkan dari buku tersebut.

​Dan langkah ini hanya membutuhkan waktu 5 menit.

​Bacakilat – 10 menit

​Setelah menemukan buku yang tepat dan membuat tujuan membaca yang jelas, langkah selanjutnya adalah langkah Bacakilat, yakni membaca 1 halaman per detik untuk memasukkan semua database isi buku langsung ke pikiran bawah sadar.

​Ini hanya membutuhkan waktu 10 menit.

​Aktivasi Manual – 105 menit

Setelah memasukkan database isi buku ke pikiran bawah sadar, langkah selanjutnya adalah Aktivasi Manual, yakni membaca secara selektif untuk menemukan 100% tujuan membaca Anda.

Dilanjut mencatat 100% tujuan membaca ini ke dalam mindmap.

Langkah ini hanya membutuhkan waktu 105 menit.

Pada tahun 2009, saya mulai mengajarkan teknik ini kepada orang lain. Dan ternyata, mereka pun juga merasakan hasil yang sama.

Dan Hingga Kini, lebih dari 7.682 Orang telah Belajar Teknik Ini dan telah Merasakan Manfaatnya, di Antaranya adalah:


Buku yang 2 tahun tergeletak, kini selesai dalam 1,5 jam

​IP melonjak bagai roket

​Mudah paham karena tahu big picture nya

​Satu hari selesai 3 buku

​Cerita Alumni Bacakilat Lainnya

​Setelah workshop langsung selesai 3 buku

​IP semester naik walau belajarnya sebentar

​Selesai 1 buku dalam 1 jam 48 menit dengan pemahaman luar biasa

​Mudah memahami textbook kedokteran

​So, bayangkan jika Anda menguasai teknik ini… 

Apa yang akan terjadi dalam hidup Anda?

Akankah…

Karir Anda meningkat?

Anda mendapatkan banyak ide karena luasnya wawasan & sudut pandang Anda?

Anda semakin bijak dan terbuka dengan ide-ide baru?

Spiritual dan pertumbuhan diri Anda meningkat?

Kehidupan Anda semakin mudah karena banyaknya ilmu yang Anda miliki?

​Anda semakin mudah mencapai kehidupan terbaik yang Anda inginkan?

Dengan ini, saya mengundang Anda untuk hadir di

Workshop Intensif 2 Hari Bacakilat Advanced

atau

Workshop Intensif 1 Hari Bacakilat 3.0, di kota-kota tertentu


​Bersama saya

Master Trainer Bacakilat

​Agus Setiawan

Atau bersama salah satu Certified Trainer Bacakilat yang akan


mewakili saya di kota-kota tertentu 

Certified Trainer Bacakilat

Ricky Widjaja

​Yulius Damyan


Inilah Materi yang Akan Anda Pelajari di Workshop Bacakilat Advanced


Hari #1


Sesi 1 – Busting Beliefs Process (08:30 – 09:00)

Mindset adalah kepercayaan yang sudah begitu mengakar dalam pikiran kita sehingga mengendalikan tindakan kita, tak terkecuali dalam belajar dan membaca buku.

Ia adalah pondasi bagi setiap tindakan kita.

Mindset yang benar akan menciptakan attitude belajar yang mendukung, dan mindset yang salah akan menciptakan attitude belajar yang menghambat.

Anda akan belajar apa saja mindset penghambat proses belajar dan bagaimana menggantinya dengan mindset yang mendukung. Sehingga, Anda siap menjadi pembelajar yang efektif.

​Jadi di sesi 1, Anda akan membenahi mindset Anda dulu sebelum belajar teknik Bacakilat.

​Sesi 2 – Langkah Tinjauan Awal (09:00 – 11:00)

​Setelah terbangun mindset yang mendukung, Anda akan masuk ke langkah pertama teknik Bacakilat, yakni Tinjauan Awal.

​Anda akan belajar bagaimana memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan bagaimana membuat tujuan membaca apa yang ingin Anda dapatkan dari buku tersebut.

​Anda juga akan praktik membuat tujuan membaca untuk buku Anda sendiri. So, siapkan 2 buku non fiksi untuk praktik.

Sesi 3 – Langkah Bacakilat (11:00 – 12:00)

​Setelah membuat tujuan membaca, di sesi ini Anda akan belajar memasukkan database isi buku LANGSUNG ke pikiran bawah sadar Anda.

​Ini adalah langkah Bacakilat.

Istirahat Makan & Sholat (12:00 – 13:00)

​Sesi 4 – Praktik Langkah Bacakilat (13:00 – 15:00)

​Setelah Anda belajar memasukkan database isi buku ke pikiran bawah sadar, di sesi ini akan mempraktikkannya pada buku Anda sendiri, yang tadi sudah Anda buat tujuan membacanya.

​Sesi 5 – Langkah Aktivasi Manual (15:00 – 16:00 )

Setelah semua database isi buku Anda masuk ke pikiran bawah sadar Anda, di sesi ini Anda akan belajar langkah terakhir yakni Aktivasi Manual, untuk menemukan 100% tujuan membaca Anda.

Langkah ini dilakukan dengan membaca selektif dibimbing oleh intuisi Anda.

Anda akan diajarkan bagaimana mengaktifkan intuisi Anda, di mana intuisi ini akan membimbing Anda menemukan bagian-bagian yang Anda butuhkan dan perlu Anda dalami.

​Sehingga, Anda tidak perlu khawatir ada bagian penting yang terlewat.

​Sesi 6 – Mengenal & Mempraktikkan Mindmapping

(16:00 – 17:00)

​Di sesi ini Anda akan belajar bagaimana memetakan pemikiran Anda dengan teknik Mindmapping.

​Teknik mindmapping adalah teknik memetakan pemikiran sedemikian rupa sehingga Anda bisa melihat dengan jelas dan komprehensif bagaimana pemikiran Anda sendiri tentang suatu hal.

​Anda juga akan praktik membuat mindmap untuk memetakan pemikiran Anda.


Hari #2


​Sesi 1 – ​Praktik Memindai Jelajah dan Mindmapping (08:30 – 11:00)

​Di samping berfungsi untuk memetakan pemikiran kita, teknik mindmapping juga bisa digunakan untuk memetakan isi buku yang Anda baca.

​Di sesi ini, Anda akan belajar bagaimana memetakan 100% tujuan membaca yang sudah Anda temukan di langkah Aktivasi Manual dengan teknik mindmapping.

​Sehingga, Anda mudah mendapatkan gambaran komprehensif isi buku beserta detailnya dan mudah mengingatnya kapan pun Anda membutuhkannya.

​Sesi 2 – Sharing Buku (11:00 – 11.30)

​Di sesi ini, Anda akan sharing dengan peserta lain buku yang sudah Anda bacakilat dan sudah Anda buat mindmapnya. Anda akan menyaksikan hasil mempraktikkan teknik Bacakilat pada buku Anda.